Juventus dan Ronaldo yang seperti diesel
Bak mesin diesel. Begitu sepertinya ungkapan yang pas untuk menggambarkan Juventus dan Cristiano Ronaldo musim ini. Hal itu semakin dikukuhkan kala Juventus menjamu Sassuolo di Stadion Allianz, Torino, Italia, pada Minggu (16/9/2018) malam WIB.
Menjalani pekan keempat Serie A Italia, Juventus memang menang 2-1. Namun, dua gol Si Nyonya Besar baru terjadi pada babak kedua, yakni via Cristiano Ronaldo pada menit 50 dan 65. Sedangkan gol balasan sang tamu, tercipta lewat Khouma Babacar pada 90+1.
Ini bukan kali pertama Juventus gagal membuat gol pada babak pertama. Dalam catatan Opta Paolo, ini adalah kali kelima dari 11 laga terakhir Juventus gagal mencetak gol pada fase pertama pertandingan.
Bahkan, bila dipersempit lagi, dari total sembilan gol yang berhasil dilesakkan anak asuh Massimiliano Allegri musim ini, enam di antaranya dicetak di babak kedua. Bila dibandingkan musim lalu, tentu apa yang diraih Juventus musim ini tak begitu apik.
Pasalnya, dari empat laga awal musim lalu, mereka mampu mencetak 13 gol dengan distribusi enam gol di babak pertama dan tujuh di babak kedua. Namun, sepertinya Allegri tak ingin ambil pusing soal itu.
Menurut mantan pelatih AC Milan, timnya memang menghadapi lawan yang bagus musim ini. Termasuk kala menjamu Sassuolo.
"Sassuolo adalah lawan yang bagus. Mereka membuat pertandingan ini sulit bagi kami di babak pertama. Namun, mereka mulai sedikit mengendur di babak kedua, sehingga memberikan kelebihan pada kami," ucap Allegri yang dilansir laman resmi Juventus.
Ungkapan hampir serupa ia lontarkan kala Juventus kudu melakoni laga tandang ke markas Parma pada pekan ketiga. Meski menang 2-1, tapi gol penentu Juventus tercipta pada babak kedua.
Sebenarnya, bila melihat dari lawan-lawannya, empat laga awal Juventus musim ini tak terlalu berat. Sebelum melawan Sassuolo dan Parma, Juventus "hanya" bersua dengan Lazio dan Chievo.
Setali tiga uang dengan Juventus, apa yang terjadi dengan Ronaldo musim ini juga ibarat mesin diesel. Sudah sekitar 320 menit ia melakoni di Serie A musim ini sebelum mencetak gol. Sudah 27 tembakan pula yang ia lesakkan dari berbagai kesempatan.
Baru pada menit ke-50 di pertandingan keempat dan sepakan ke 28-nya ia baru berhasil merobek gawang lawan. Namun, sepertinya kondisi seperti ini bukan hal baru bagi Ronaldo.
Dalam dua musim terakhirnya di Real Madrid, yakni 2017/18 dan 2016/17, ia memang selalu kesulitan mencetak gol di awal musim. Bahkan, musim lalu, baru pada pekan kedelapan ia bisa merobek gawang lawan di kompetisi domestik.
"Saya sedikit cemas (tak mencetak gol) karena tingginya harapan banyak pihak," kata Ronaldo dalam BBC. "Saya benar-benar ingin mencetak gol, jadi saya senang (atas hasil ini)."
Meski telat, kini nama Ronaldo masuk dalam lembar sejarah sepak bola dunia. Ia adalah orang kelima yang mampu mencetak 400 gol di kompetisi utama Eropa. Sebelumnya, ada nama-nama seperti Josef Bican, Ferenc Puskas, Jimmy McGrory, dan Uwe Seeler yang lebih dahulu mengukir nama mereka.
Dan, bukan tak mungkin Ronaldo melampaui capaian Seeler maupun McGrory, mengingat perbedaan gol ketiga pemain itu hanya 10. Nampaknya, bukan perkara sulit bagi Ronaldo mencetak 10 gol lagi di kompetisi domestik.
Kemenangan atas Sassoulo tadi, membuat Juventus melebarkan jarak poin dengan peringkat kedua Liga Italia, Napoli. Kini, dari empat laga, Juventus telah mengumpulkan 12 poin, sedangkan Napoli sembilan.
Tindakan konyol Costa
Kemenangan ini, tentu saja menggembirakan Allegri. Ia tak mempermasalahkan bagaimana anak buahnya bermain, meski tampil tak cukup apik. Catatan statistik membuktikan hal itu. Sebagai tuan rumah, Juventus justru tampil di bawah bayang-bayang Sassuolo.
Namun, ada satu hal yang membuat Allegri kesal pada malam itu. Yakni tindakan Douglas Costa jelang akhir pertandingan. Costa dikartu merah karena tak menghormati lawannya.
Pertama, pemain asal Brasil itu menekel keras Federico Di Francesco sesaat sebelum gol Sassuolo terjadi. Saat bangun, Costa sempat mengarahkan sikunya ke wajah Di Francesco. Atas tindakan ini, wasit Daniele Chiffi memberi kartu kuning.
Akan tetapi, tak lama kemudian wasit memutuskan menggunakan VAR untuk melihat kejadian sesungguhnya. Pada saat itulah Costa ketahuan meludah ke wajah Di Francisco. Kartu merah pun menjadi "hadiah" kepada Costa pada menit 90+3.
"Hal itu tidak seharusnya terjadi," tegas Allegri.
Costa mengaku bersalah dan mengatakan bahwa itu adalah tindakan bodoh. Lewat Instagram-nya, ia meminta maaf atas perbuatannya itu. "Saya ingin menjelaskan bahwa sikap tersebut tidak sesuai dengan apa yang selalu saya tunjukkan dalam karier saya," katanya.

0 Response to "Juventus dan Ronaldo yang seperti diesel"
Posting Komentar